Menu

Minggu, 03 Mei 2015

Terbayang Masa Kecil 1

Mengejar mimpi kenegeri seberang tak semudah yang dibayangkan dan tak sesusah jika dijalani dengan tenang. aku berasal dari kampung, kampung yang sangat terpelosok dan jauh dari hiruk pikuk keramaian. sawah, ladang dan sungai itu lah tempat bermainku. setiap hari ku datangi sawah bukan untuk panen padi, tetapi hanya untuk bermain bersama teman-temanku. sawah menjadi tempat yang begitu menyenangkan, berlari-lari dipingkir pematang sambil melempar segenggam tanah liat, iya kami bermain perang-perangan dengan lemparan tanah. Senyum dan keceriaan menghiasi wajah kami, walaupun badan penuh dengan lumuran tanah liat bercampur lumpur, namun tawa kami tak pernah luntur, kebahagian dan kecerian selalu ada.

Selesai bermain disawah kami tak akan langsung pulang kerumah, dengan badan yang kotor, sungai dan kali menjadi tempat bermain yang asik. jangan bayangkan sungai yang kotor seperti di ibukota. sungai di kampung kami sangatlah jernih, airnya masih bening bahkan batu-batuan didasar sungai terlihat dengan jelas. disungai jernih ini lah kami membersihkan badan. kesegaran dan kejernihan air sungai sudah cukup menenangkan kami. Tawa dan canda anak kampung yang tak tau apa yang akan terjadi dimasa depan. yang kami tau hanya kebahagian saat ini, kebahagiaan dan kesenangan kami sederhana, cukup dengan mampu tersenyum, bermain dan tertawa.

Sebagai anak kampung, kami akan pangling jika melihat ibukota. Kami sudah terbiasa hidup sangat sederhana, bahkan kami jarang merengek dan meminta di belikan sesuatu oleh orang tua. kami tak akan tergoda dengan barang-barang dan mainan mahal yang dimiliki oleh anak orang kaya. kami hanya tersenyum melihat mereka, karena kami tau kebahagian kami tak bisa dinilai dengan uang. 

Setiap akhir pekan, kami akan pergi ke bukit-bukit untuk mencari kumbang, biasanya dari pagi hingga petang, kami menikmati perjalanan kebukit. kami senang berjalan kaki sambil bersenda gurau sepanjang jalan, jika telah sampai ke bukit kami segera menuju padang rumput yang berduri yang biasanya terdapat kumbang petarung, kami akan sangat bangga jika mampu mendapat kumbang yang memiliki tanduk tiga, entah mengapa kumbang yang bertanduk 3 menjadi begitu perkasa dibanding kumbang lainnya. ketika pulang dari mencari kumbang, biasanya si kumbang kami ikat dengan benang halus dan akan kami terbangkan sepanjang jalan. itulah kebahgian yang tak bisa dibeli dengan uang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar